Dunia Sastera

CINTA DALAM KEABADIAN

Posted on: Februari 6, 2008

Kemarin berlalu seperti angin melintasi lembah savana Afrika
Semilir meniup daun-daun pohon-pohon yang jarang
Lembut menyibak ilalang sambil melayangkan bunganya
Menaburkan benih harapan agar tumbuh di musim hujan mendatang
Kehadirannya bagai airmata yang menenangkan jiwa yang resah
Bagai kesejukan embun yang menetes di pagi hari
Seperti harum pinus dan suara sungai yang damai
Seindah alam dan janji Tuhan kepada pecinta-Nya
Kehadirannya mengobati luka hatiku yang lama meradang
Menghilangkan pertanyaan-pertanyaan yang menyita tidurku
Mengisi kehampaan ruang batin yang dikosongkan kesendirian
Mewarnai kelabu dinding kehidupanku
Aku sesalkan datangnya pagi ini
Saat kurindukan kedamaian senyumannya
Kesyahduan tatapannya
Kelembutan tuturnya menyentuh lubuk hatiku
Namun aku paksakan untuk bangun dan pergi dalam hening sesaat
Yang hilang ketika kulihat sesosok pemuda ditikungan perjalananku
Wajahnya tegang dengan mata yang lelah seolah menatap prahara menjelangnya
Dengan bibir mengatup erat seolah menahan pedih luka tersaput air
Kusapa dia dan kutanya kabarnya
Airmatanya menetes seketika tuturnya padaku
Pagi ini dia kehilangan seseorang yang sangat dicintainya
Bersama dengan yang dia harapkan akan menjadi bunga di taman hatinya
Seorang gadis yang dia puja dan sayangi sepanjang hidupnya
Yang menghibur di kala sakitnya dan menemani di kala senangnya
Yang menghangatkan malamnya dengan cinta
Dan mendinginkan siangnya dengan kasih sayang
Hari ini semestinya hari yang bahagia buat mereka
Sembilan bulan menanti penuh harap
Selama itu pula mereka rasakan kebahagiaan dalam menjelang kebahagiaan
Akan hadirnya buah cinta mereka ke dunia
Namun kehendak Yang Maha Kuasa menentukan yang tidak disangkanya
Sehingga dia kini menanggung derita kesendirian
Derita kehilangan dalam semesta pertanyaan
Akan letak keadilan yang tidak dia temukan
Aku tidak dapat berkata lain padanya
Kecuali bahwa Allah Maha Kasih kepada seluruh makhluk-Nya
Allah telah menambahkan dua penghuni surga dengan keadilan-Nya
Dan dia harus berusaha untuk menambah satu lagi penghuninya
Aku tersadar
Betapa rapuhnya kebahagiaan yang dihadirkan cinta
Ketika yang kita cintai tidak abadi
Ketika yang kita cintai bukanlah milik kita sendiri
Ya Allah
Bahkan diriku bukanlah milikku sendiri
Hanya Engkau Khaliq yang Hayyul Qayyuum
Maka hindarkanlah aku mencinta melebihi cintaku pada-Mu
Karena tiada yang abadi melainkan Engkau
Engkau telah menciptakan aku dan aku hanyalah abdi-Mu
Aku berjanji setia kepada-Mu dengan segenap kuasaku
Lindungilah aku dari akibat buruk perbuatanku
Aku kembalikan pada-Mu seluruh kebahagiaan dari-Mu
Dan aku kembali kepada-Mu dengan segenap dosaku
Maka ampunilah aku Tuhanku
Karena tiada yang berhak mengampuni selain Engkau
Sesaat kulihat kekasihku di ujung jalan itu
Tersenyum dalam kesejukan keabadian
Lalu menghilang bagai kabut disinar mentari
Yang membawaku kembali ke dalam kekinianku
Kasihku
Kunantikan cintamu dalam keabadian..
..di sisi-Nya
Soerabaia, November 22nd, 1999

Ex animo,
Anofan Shoidal Nur

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Tajuk-tajuk Sastera

Alhaddad's Blog Stats

  • 21,809 kali dilawati

Alhaddad’s arkid

Alhaddad’s kalendar

Februari 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Alhaddad’s terbaik

Pengumuman Alhadaddad’s

Kebanyakan artikel di dalam blog ini adalah dari sumber-sumber lain. bukan sepenuhnya karya asli penulis. Harap maklum.

Top Clicks

  • Tiada

Flickr Photos

The Aged and the Ageless

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

More Photos
%d bloggers like this: