Dunia Sastera

Archive for the ‘Janji Kaicil Paparangan’ Category

Sudah berbilang musim beta tidak juga pulang
Meski kapal-kapal bersipacu nasib baik belum
berkunjung
Ada luka tersimpan disana, mau bikin apa sio gandong
Itu tanah milik siapa sio kona nama yang hilang

Siapa kini penjaga  cahaya jika bobato tergiur kursi
Masjid dan langgar sepi puisi tak ada lagi yang baca
barjanji
Di singgasana para kolano memanen rejeki
Melingkar janji dengan tarian jin salai, eeee
doti-doti

Sudah berbilang musim kaki langit terkurung mendung
Tapi  tuan governur bilang jangan coba untuk pulang
Ale masih harus bikin perhitungan di tiang gantung
Kalau mau terus berdiri sebagai petarung, sio gandong

Tuan boleh unjuk gigi pake manyiang deng kabaya donci
Tapi beta anak negeri dengan seribu panah puisi
Kalau sampe beta marah nanti, beta bikin laut mandidi
Ikan-ikan lari, irama tifa deng bunyi tahuri, tuan
mati

”Mari tuan katong baku cigi, beta siap mati”

Banda Aceh, 24 Februari 2008-02-25
dino f. umahuk <valdinho74@yahoo.co.uk>

Kaicil Paparangan= Gelar Sultan Nuku
Basudara tuang hati jantong= Saudara sehati se jantung
Gandong= Saudara kandung
Sio kona= aduh kasihan
Bobato= Pemuka agama dan adat di Maluku Utara
Kolana= Kepala Pemerintahan Adat di Maluku Utara
Jin Salai= Tarian Jin
Doti-doti = ilmu hitam
Manyiang deng kabaya donci= pakaian untuk ke pesta
Mandidi = mendidih
Tahuri= alat musik dari kulit bia (kerang laut)
Baku cigi= memancing ikan kecil untuk umpan


Tajuk-tajuk Sastera

Alhaddad's Blog Stats

  • 22,353 kali dilawati

Alhaddad’s arkid

Alhaddad’s kalendar

Julai 2017
I S R K J S A
« Mac    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengumuman Alhadaddad’s

Kebanyakan artikel di dalam blog ini adalah dari sumber-sumber lain. bukan sepenuhnya karya asli penulis. Harap maklum.

Top Clicks

    Flickr Photos