Dunia Sastera

Archive for Februari 13th, 2008

Dilema Anak Kecil

Dalam keadaan dilema,
berdiri seorang anak kecil
berbaju lusuh
berbau hapak
di tengah-tengah kompleks membeli-belah,
menadahkan tangannya
meminta diberi simpati…
akan nasib
yang menimpa dirinya.

Hatinya berdetik lalu berbisik,
‘Sekadar sepuluh sen dua pun cukuplah,
sekurang-kurangnya……
ada sesuatu dapat ditunjukkan’.

Dalam kegelisahan itu,
reaksi ibu dan ayahnya
berlegar di kotak fikiran,
di telinga terngiang-ngiang
kata-kata menghiris hati
‘Kau anak tak guna,
Tau makan tak tau kerja
Pergi kau dari sini’.

Rintihan hati menggores sepi,
air mata berlinangan
membasahi pipi,
Hatinya seolah-olah merayu,
‘Ayah dan ibu tersayang,
Aku telah cuba dapatkan sedekah
kenapa aku masih diseksa??’

by: sharifah azie

Bak kata mu hari semalam
Telah pun sampai masa kita
Mencari yang hakiki di dunia
Bekalan untuk akhirat
Bagai penghapus dosa lampau
Yang tidak terhitung akan balasan
Dan hukuman dari Tuhan

Bak kata mu hari sudah
Mahu mencari yang sanggup menyayangi Dia
Untuk sentiasa berada di Nur kasih sayangNya
Bersama sepenuh jiwa raga mengadap Pencipta

Bak kata ku hari semalam
Kita telah lama sangat leka
Asyik dengan permainan dunia yang kian tua
Penuh kotoran yang tak mampu di hakis
Semakin rakus dan memanggil-manggil jiwa

Bak kata ku hari ini
Mohon sesama kita mengingati
Menegur demi memperbaiki
Terus meniup sinar islami
Agar semakin kukuh tujuan kaki

Bak kata kita
hari ini dan esok selagi nafas bernyawa..
‘sampai.. sudah masa kita ..
Kita harus berhijrah dari situ
Dan jangan menoleh lagi…’

Berkati lah kami ya Allah..
Sambut lah huluran kami…
Amin..

-oney-

— In Cerpen_Puisi@yahoogroups.com, LanunSerbia <ctekito@…> wrote:

Bertemu dan berpisah
suatu ikatan yg saling tak tumpah
umpama air di dalam kolah sawah
tanpa air, kolah kontang bersawang
tanpa air , sawah padi pasti tak riang
kerbau tak akan turun berkubang
anak petani mati kelaparan

Bertemu dan berpisah
umpama langit dan bumi
saban hari terketemu
saban dinihari terpisah
maka adakah itu masih sebuah persimpulan ..
jika hati jadi ukuran pasti kemdian ketemu lagi
pasti tak akan ku tunggu lagi
kerna nanti pasti ketemu jua lagi
walau dalam cuaca 7 musim yg berlainan
pasti gerak rentak gemalai terungkai
walau nafas dan badan beredar zaman

Tak akan ku kenang tanda abadi
tak akan ku kota tanda sejati
setiap ketemu pasti diakhiri
setiap perpisahan pasti kembali..
sebagai permulaan dipenghujung jalan…
akan ku kandung sampai mati….
inilah sumpah keramat sakti
Janji padu ku pada Ilahi..

Sauh  berlabuh di dada mudik
Yang  ditinggalkan mengejar hebat
Esok atau lusa mungkin bertamu
Di tengah gentir keganasan gelombang

Beraksi helang dan camar di hujung layar
Angin dan badai bertiup tampa mengenal arah
Dan gelora bagai jerung mebahang mangsa
Rakus merobek  sisa-sisa harapan
Untuk berlabuh pada dermaga impian
Lambaian duyung di sisir pantai

Hanyut harapan bersama badai
Ibarat bahtera tampa nakhonda
Susur lautan tampa petunjuk
Yang kian lelah dilambung ombak
Akhirnya karam ke dasar lautan
Mati dalam impian dan angan-angan

karya asli: alhaddad

Dua Dalam Bahtera
Artist: Waheeda

Dari setiap pasangan dua
Maralah ke dalam bahtera
Yang dibina sekian lama
Dengan izinnya Maha Kuasa

Dia disangka orang yang berdusta
Dia disangka orang yang gila

Hingga hari terbongkar segalanya… ..Nuh…Nuh. .Nuh

Kau telahpun diberitakan
(tentang hari yang akan datang)
Kau telahpun diperingatkan
(tentang hari yang telah datang)

Kini jalan keluar tiada
Hujan yang turun tiada reda

Tenggelam kini segalanya
Tenggelam kini segalanya

Seribu tahun illa lima puluh
….Nuh…Nuh. ..Nuh

Duhai anak kemana nak pergi
(ingin mendaki gunung yang tinggi)
Duhai anak tiada dapat kau lari
(tetap mendaki gunung yang tinggi)

Duhai anak kembali ke sisi
Hari ini tiada dapat kau lari

Duhai nabi anakmu bukan ahli
Biarkan saja dia pergi

Selamatkan dari bencana ngeri
….Nuh…Nuh. ..Nuh

Ketentuan – Ramlah Ram

Tak semudah kau sangka
Melepaskan kau pergi
Hati yang meronta, hampa kecewa
ku tekad sembunyikannya dari pandanganmu
Ku rela begini

Berakhirnya di sini
Dari bersamamu terus berpura
Setelah cinta tiada lagi di hatimu

Chorus
Ku hapuskan airmata dari mengiringi
Kesengsaraan mengharung perpisahan ini
Ku pujuk jiwa nestapa
Pendamkanlah duka
Pasrah pada lara ketentuan ini

Tak semudah kau rasa
Melepaskan kau pergi
Hati yang terluka dikunjung jua
Kerinduan yang tidak tertanggung terhadapmu

*Bridge

kiriman:  “honey elyanie”
Sesungguhnya
Ku tahu betapa sukar untukku
Menempuh hidup
Walau sehari tanpamu
Ku terseksa
Relaku menunggumu seribu tahun lama lagi
Tapi benarkah hidup aku akan selama ini
Biar berputar ke arah selatan ku tak putus harapan
Sedia setia

Relaku mengejarmu seribu batu jauh lagi
Tapi benarkah kaki ku-kan tahan sepanjang jalan ini
Biar membisu burung bersiulan terlelah gelombang lautan
Ku masih setia

Adakah engkau tahu… ini cinta
Adakah engkau pasti… ini untuk selama-lamanya

Relaku menunggumu seribu tahun lama lagi
Tapi benarkah hidup aku akan selama ini… yeah…
Biar berputar ke arah selatan ku tak putus harapan
Sedia setia

Jangan putus harapan… sedia setia

DownLoad HeRe

kiriman: “honey elyanie”

Desiran daun dihembus angin
Tin kosong dan tong golek ke kaki
Membelah sunyiku

Menonton bayang wajahmu di minda
Kala ku sendirian terpisah jauh
Bererti tanpamu

(Bridge)
Babak penantian
Satu ujian
Sekuat mana cinta

(Korus)
Ku tak mungkin
Kalis rindu
Kalis pilu
Bila kau tiada
Semakin
Pendam rindu
Pendam pilu
Hingga kau menjelma ah au…

Berdiri di tingkap merenung ke luar
Lihat kekasihku yang basah berjalan dalam hujan
Berserta senyuman
Lama ku nantikan

(Ulang bridge & korus)

Sekian detikkan waktu berlalu
Di alam berkasih
Menjadi rakaman yang berharga
Tak terharga yang berharga

kiriman:  “honey elyanie”
merana kini aku merana
kekasih tercinta
entah kemana
sendiri kini ku dibalut sepi
tiada tempat tuk bercurah lagi

dimana kini entah dimana
bunga impian
yang indah dimata kurindu tutur sepamu
nan saat kau barada disisiku….
kini tinggallah kusendiri
hanya berteman dengan sepi
menanti dirimu kembali
disini ku terus menanti
akan kucoba untuk
menanti dirimu kekasih

oh bunga….
dimana kini kau berada
jangan biarkan diriku
dalam kesorangan

oh bunga…
jangan kau gores luka didada
sunguh diriku takkan kuasa
campak kan kenanga
ho ho ho….

kiriman: “honey elyanie”

Ajari aku berjalan dalam Jalan lurus Mu,
Ajari aku melangkah dalam kehendakmu Mu,
Ajari aku menjalani Hari-Hari bersama dengan Mu,

ya Allah… Aku tak tahu jalan ini, bila mana aku berjalan, di sekeliling Ku penuh dengan kegelapan, Ku perlu pimpinan tangan Mu, untuk Ku bisa melangkah Dan berjalan Dan tahu arah tujuan yang pasti.

ya Allah…aku sering terjatuh kerana batu-batu yang tak Ku lihat kerana kegelapan ini, sakitnya luka itu ya Allah…namun tangan Mu menarik Ku lalu membersihkan lukaku serta membalutnya.

ya Allah…aku sudah tidak kuat lagi, aku tidak bisa melihat di dalam kegelapan ini.

Betapa banyaknya luka-luka mengarungi perjalanan ini, bekas luka-luka yang lama berdarah kembali karena kerikil-kerikil yang tajam ini. Aku tersungkur.. ..tanpa Ku sadari air Mata  membasahi kedua belah pipi Ku…Ku coba bangkit Dan melangkah namun aku tidak mampu…

ya Allah…masih jauhkah perjalanan hidup ini? Aku sudah tidak kuat lagi ya Allah.

ya Allah…..aku berteriak bersama dengan tangisanku.

Tiba-tiba… .Ku dengar suara lembut Dan sayu berbisik didalam hatiKu….”inilah sebuah perjalanan hidup, terkadang engkau akan jatuh Dan bangkit, jatuh Dan bangkit Dan jatuh lagi sehingga luka-luka lama mu akan berdarah kembali…. Lihat, meskipun disekeliling mu penuh dengan kegelapan namun kamu tidak tahu sebenarnya di hadapan mu itu Ada terang yang menanti, Aku membawamu ke tempat yang gelap ini dengan maksud Dan tujuan tertentu.”

“Maksud Dan tujuan ?”…. Aku coba mengulanginya.

Lalu suara itu melanjutkan, “ya sebuah maksud dan tujuan yang terbaik bagi mu..Dan masa depanmu. Kamu tidak bisa berjalan dalam kegelapan ini tanpa uluran tangan Ku, lihat kerikil yang tajam itu Aku telah arungi bersama dengan beban yang berat Dan Aku telah menang …. ”

“Tiada seorangpun yang sanggup mengulurkan tangan ketika Aku jatuh Dan berdarah”, kataNya dengan lembut…..

“Perhatikanlah ketika kau jatuh, Aku Ada bersama dengan mu, tangan Ku senantiasa terulur untuk membantu Dan menopangmu, sebenarnya.. ..kerikil tajam itu membuat engkau lebih bersandar lagi kepada Ku Dan menggengam erat tangan Ku, bahwa kau sebenarnya tidak bisa berjalan dengan kekuatanmu sendiri….Aku adalah Dzat Pencipta yang tidak pernah melakukan kesilapan Dan kesalahan dalam hidup mu. Aku senantiasa memberi yang terbaik Dan bukan kedua terbaik bagimu, Meski jalan di depanmu adalah suram Dan gelap yang kau sangat tidak senangi, tapi yakinlah bahwa…..Aku akan menggendongmu terus sampai selamanya, dari rahim ibu mu Aku telah memilihmu… Dan sampai putih rambutmu pun Aku adalah Dzat Pencipta yang akan tetap menjagamu melindungimu bahkan sampai selama-lamanya.”

“ya Allah…” aku coba bersuara…tetapi suara itu melanjutkan lagi, “ketahuilah dalam kelemahan Dan air matamu kuasa Ku menjadi sempurna atasmu.”

Aku menangis mendengarnya aku tak sanggup mengungkapkan perasaan Ku hanya air Mataku menetes yang memberi jawaban atas semuanya.

Sahabat….bila semua itu berlaku pada dirimu, itu akan membuatkanmu untuk bersandar penuh kepada-Allah karana sebenarnya diluar Allah Kita tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ku Sandarkan Semua kehidupan dan Matiku Pada Mu Allah Yang Maha Pengasih Lagi maha Penyayang”


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY __._,_.___


Tajuk-tajuk Sastera

Alhaddad's Blog Stats

  • 25,764 kali dilawati

Alhaddad’s arkid

Alhaddad’s kalendar

Februari 2008
I S R K J S A
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Pengumuman Alhadaddad’s

Kebanyakan artikel di dalam blog ini adalah dari sumber-sumber lain. bukan sepenuhnya karya asli penulis. Harap maklum.

Top Clicks

  • Tiada

Flickr Photos