Dunia Sastera

Arkib Pengarang

Kemarin, aku bertemu dengan rindu
ia tersenyum malu, sungguh, ia terkejut bertemu denganku
pipinya merah jambu bersemuka meskipun tubuhnya kini membiru
urat letih membayangi wajahnya
seperti ada cinta mendentami hatinya
kupikir ia sudah terbang, kembali pada Tuhannya

“Mengapa tak kau selimuti dirimu dengan pasrah
dan pulang pada Tuhanmu?” tanyaku pada rindu

“Aku tak tahu.” jawab rindu
“Rasanya ini tak semudah yang kau bilang dulu.”

Terakhir kami bertemu, ia sesat jauh ke langit ketujuh
mengetuk pintu arasyNya sepenuh cita sepenuh cinta
tak sedetikpun ia menoleh ke bumi yang dipenuhi
berbunga-bunga cinta yang merasuk, membusuk dan lapuk

Lalu kuhitung satu, dua, tiga umurku
namun tak kudapati waktu di mana aku pernah bertemu dengan
rindu, ia kini begitu membiru
dan aku tak tahu bagaimana harus berlaku

Duhai!
rinduku sayang, rinduku cinta,
aku kehilangan daya untuk mengeja
tak kira bagaimana cinta harus kusapa

Rindu menangkap sanubariku
bersama matahari dan bintang yang tiba-tiba jatuh

“Tak apa.” rindu tersenyum seolah-olah tahu
“Tunjukkan saja aku ke mana air mengalir, di mana fajar beredar.
Mungkin aku kehilangan sayap, tapi aku punya bumi untuk berpijak.”

Kulepas genggamku pada rindu
lalu berjuta kupu-kupu terbang ke langit biru
mereka tampak begitu rindu

apakah mereka menjemput rindu?
akankah mereka membawa rindu?
ataukah mereka jelmaan rindu?

Tidak!
lalu siapa yang akan menjala recik-recik air
dan menebar hangat mentari sang fajar?
meskipun hanya sebongkah rindu yang membiru,
ialah yang mengajarkanku artinya bertahan hidup!
: bukan membiarkan cinta merajam-rajam rapuhnya jiwa,
sekadar mengukir waktu dengan gemulai yang dijelang beku
berteman lidah yang kelu
maka cinta yang merasuk kelak membusuk dan lapuk
inilah bukti sejatinya apabila rindu menjelma dan pasrah yang kian
merekah

Langit telah penuh dengan kupu-kupu
terdengar lagi senandung yang dulu
itulah dia rindu!

kiriman: syazie

SIAPA???

Posted on: Mac 2, 2008

Dinihari!!!
Kerinduan mula terasa
kisah silam telah tenggelam
Tadi siang berlalu perlahan
Ku kumpul setiap kerinduan ini
Yang terlantar dipuncak sepi
Ya!!! siapa yang ku layari untuk ini???
Siapa yang mengikat jiwa ini???
Siapa yang yang menebarkan rindu ini???
Wajah siapakah yang ku rindui
Manakan bisa ini
Tidak pernah ku kenal
Yang datang mencuri ketenangan
Memberi satu kekuatan
Memberi satu sinar
Memberi satu semangat
Tapi sungguh menyesakkan
Walau apa pun
Terima kasih sayang
Bertamu tanpa rupa suara dan wajah
Itulah misterimu
Tapi aku pasti
Suatu ketika kau pasti
Bertandang untuk ku….
Setia ku menanti
Walau pun satu penyiksaan….

Nukilanrasa
Sha…..

Demi usia ku
sesungguhnya orang yang mabuk kerinduan
dicela kerana menangisi orang yang di kasihinya
dengan deraian air mata yang bercucuran deras.
ia berkata:-
“mengapa engkau menangis
setiap kali melihat kuburan
yang ada di antara liwa dan dakkak?”
maka ku jawab dia
bahawa sesungguhnya tangisan ini
merupakan ungkapan kerinduanku
maka biarkanlah aku menangis
kerana di sinilah letak kuburan saudaraku…..

masa meratapi bekas peninggalan kejayaan
sesudah tangisan mata
kerana tiada gunanya menangisi bayangan dan rupa
sungguh aku melarang mu
dan tidak segan-segan untuk memberi nasihat
agar jangan cuba-cuba tidur
di antara taring dan cakar singa
aduhai, sekiranya masa
menebus segalanya
dan menebus “khilaf dengan siapa pun
di antara manusia yang di kehendaki……

Nukilanrasa
Sha….

Sekeranjang Sampah, Seranjang Sumpah

aku mendambakan pagi semenjak kucium aroma rambutmu sehabis keramas. aku mendambakan rumah dan pekarangan dan pohon rambutan dan bau tanah basah. aku membayangkan setiap pagi mengosongkan sekeranjang sampah yang lelah seharian menampung limbah resahku, membuangnya ke lubang kompos di pekarangan belakang. aku mengenang sajak-sajak yang hilang, sejak uban dan lahat mulai membayang.

di ranjangku, bau wangi sabun cuci dan aroma cinta menguar dari sprei yang baru diganti. di sana kukumpulkan remah-remah mimpi yang kau tinggalkan semalam, juga sumpah serapah dan janji-janji. kadang-kadang kutemukan pula sumpah suci dari langit, sejak aku mengenal samadi yang kukaji dari sela-sela gigimu.

di seberang jendela, cuaca masih memijah telur-telur katak. langit sempoyongan sebagaimana terbaca dalam liukan bayang-bayang. mentari bermalasan sepanjang hari, hibernasi akibat letih terbakar api dalam diri. inilah cuaca yang tak kusuka, bikin ranjang kian gigil saja. aku hanya bisa menebah-nebah kasur yang beku, berharap rontok sampah serapah dan limbah gundah sisa abad-abad yang lalu.

demi ranjangku aku bersumpah menempuh jalan yang takkan kusesali. tetapi pagi masih dini, hujan belum lagi pergi. dan di dapurku masih menunggu sekeranjang sampah, penuh hasrat dan mimpi-mimpi basi.

pada tiup mesra angin dipungut waktu
Satu jengkal hati menuju langit
mungkin senyummu sayang di balik mega
menyambut pagi ceria serupa matahari

tapi hatiku tetap menyukai kesunyian
melukis bunga bidadariku di helai udara
kuceritakan padamu tentang Kisah tlah lewat
Tentang Cintaku pada seorang dara jelita

bahagialah Aku kini ada yang merindukanku
pada waktu lalu tercatat nama terpahat wajah
bahagialah aku kini ada yang mencintaku
walau terkungkung aku dalam bayang lalu penuh kasih sayang

Pada bibirmu cinta apa yang terucap
doa atau keinginan menjadi Sejati
marilah, marilah masuk kedalam hati ku cintaku
pahatkan indahnya cinta mu dalam hatiku

itulah cinta begitu merahasia
tak dapat diterkakemana menyuka
Biarlah lebur semua lalu dalam doa
menerima takdir sebagai suatu keihklasan hati

Depok, 13 February 2008
Erwin Arianto


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

perahu kecilku kini ditengah badai
terombang ambing dalam rasa dan kenangan lalu
berapa lagi jeram kenangan harus diarungi
berapa lagi gelombang ingatan harus dihadapi

berapa jauh lagi ingatan ini akan menghantui
seperti kerling mata, atau senyum terluka
memberi berbagai tanda tentang hati yang meluka
dan kuhentikan pelayaran cinta lalu ku ini

betapa pada keluasan samudra ini dan  kecipak air
remang cahaya mengundang gerimis mengiris
angin menampar-nampar pipi menyadarkan aku dari mimpi
kabut memutih lukisan tentang engkau yang telah pergi

ada yang tersayat begitu dalam oleh keinginan itu
ada yang tersayat begitu dalam di hatiku
biarlah kini kau pergi dengan luka yang tertinggal
nyatanya belum juga aku bisa melupakan cinta itu

cukupkan sampai di sini semua ini
sudah habis waktu ku dan hentikan semua ini
helai demi helai terbuka rahasia demi rahasia
Kurayakan pesta kemenangan merayakan kekalahan diri
karena aku lebih berhak atas diriku sendiri

Depok, 13 February 2008
Erwin Arianto

Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

diana izatti <dianaizatti@ yahoo.com> wrote:

aku rindu guraumu
aku rindu tawamu
aku rindu suaramu
aku suka semangatmu
bebas tapi tegas
tak sangka
hariku sepi
tanpa hadirmu…

“yang benar dan hak itu datangnya dari ALLAH, yang lemah dan sering khilaf adalah kita makhlukNya. Tiada yang lebih hebat daripadaNya di muka bumi ini kerana kembali kita kelak kepadaNya dalam fitrah yang sama; hamba.”
Zachary Vearn <zachary_vearn81@ yahoo.com> wrote: sesungguhnya berat ujian itu
terasa kosong nilai hidupku ….
inginku kembali kewaktu itu …
saat aku masih bersamamu …
namun kuharap kuasa yang esa…
tabahkan hatiku seperti dia ..
agar sepanjang waktu ini ku bisa …
menahan rindu yang amat sangat padanya ….
diana izatti <dianaizatti@ yahoo.com> wrote:
pak cik Zach..
it is time
to let him go
without tears
with love in heart…
it is just the
perfect time..
miss him so much!

Mengelilingi sejenak waktu yang padam
Mendesahkan penantian alur scenario
Penatkan pergantian serona hari
Mengawal penentuan sejarah diri

Sang waktu telah merogoh sangat dalam
Mengesakan suatu kisah perjalanan
Terpotong oleh takdir yang mengintip
Memaksa mendekami sejumput hati

Apakah serusuk tulang telah dipahatkan
Atas sesosok diri yang mengelayut
Setitik asa yang mengema diantara resah
Telah menutup kepekaan akan takdir


Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

Sejenak setetes hujan masih saja menghukumi bumi

Angin pun terasa mengoceh menerpa serumpun dedaunan

Menerbangkan helai demi helai daun yang telah meranggas

Rumput yang mengering ikut serta menarikan tarian hujan

Cawan-cawan yang tertelunggup memantulkan kembali tetesan

Hujan belum reda saat sang dewi menelungkupkan cawan

Sayapnya yang menggantikan cawan itu agar air tidak menetes ke bumi

Huhhh…sungguh dingin menerpa diri, saat hujan mengaliri raga

Bertahan mendustai segenggam keharusan yang menghantui

Mencoba dan terus mencoba menggelayut diantara badai

Sampai pada titah pencipta menghempasnya jatuh

Sungguh oh pencipta ruh…napas belum dihembuskan

Sayappun masih mengelantung membebani jasad

Mimpi sejenak yang terlintaspun belum terlukiskan

Haruskah larian ini dihentikan??

Saat bumi belum menemukan sesosok penjaga

Sesaat kemudian tangisan itu terhenti

Kembali sang surya mengintip dari sisa mega

Mengusap sayang rintik-rintik hujan

Tersenyum membentuk lengkungan indah sang pelangi

Dan sang dewipun masih tertunduk menghujat sepi

Berucap kembali kepada pemberi jasad

Bila detik memang telah berhenti memutar hari

Bila penjaga bumi adalah bukan yang ditemui

Saatnya untuk menerima pahatan rusuk yang menanti

Takdir diri akan terpenuhi dengan putaran yang terhenti

Karena terus berjalan adalah keharusan yang tlah terpatri

Bukan untuk menegok kembali kisah yang telah menjadi sejarah diri

--

Regards,

Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

wahai bulan..
merajukah dirimu
tidak lagi hadir bersama malam
dan bintang bintang juga menyepi
mebiarkan angin malam begitu sejuk
dan alam begitu pekat

wahai bulan
dimanakah sinarmu
melenyapkan bintang bintang
ada ugas menanti
ada kelawar menunggu
untuk bersama mehiasi malam

wahai bulan
adakah angin sejuk ini utusanmu
mengatakan luah hati sedih
bicara cinta yang telah mati
pergi bersama awan semalam
memekik menangis sehinga fajar tiba

wahai bulan
pekatnya malam
sehingga hilang nyayian alam
yang tenang dan medamaikan
kerana bintang-bintang juga bersedih
hilang tidak bersinar

Pencinta  penulisan
Syed Badrul Hisyam Alhaddad
 http://alhaddads.wordpress.com
join saya (klip sini)

Re: Bulan

wahai malam..
kenapa mesti menyoal rajuk si bulan?
sedangkan selama ini dia peneman sejati
tidak langsung kau memandang..
apa tah lagi memerhati…
jua lebih lagi kau menghargai..
hanya sedetik dia menyepi ..
kau mencari …

wahai malam..
sabarlah menanti
kepulangan bulan dlm pertapaannya
mencari kembali hakikat diri
mengaut sisa² yang ada
untuk menemani kembali malam yg gelap..
semoga nanti kau akan mengambilnya
dan meletakkan dia di tempat yg sepatutnya…
😀

Oney

malam dan siang mewarnai hidup
bersama bulan dan bintang yang sering merajuk
dan burung pungguk suka menyorok
dan embun kala siang tak sempat menjejak bumi
kerana dipeluk mentari
dan aku  sedia setia
menunggu kiamat bila-bila.

lala_dua dua <laladua_dua@yahoo.com

embun yg bersahabat dengan malam
tidak putus-putus menghiburkan kesunyian alam
berjuang berkali-kali bangkit
tidak kan dengan sia malam kontang kekeringan
embun yang mula memberi salam
sebulat suara berlalu bersama malam
membiarkan bumi di mamah sinar terang
supaya menjelma lagi keindahan ciptaan Tuhan
aku.. yang setia bersama kegelapan
meniti hari ini bersama seorang pencinta penulisan
tidak menyedari ..kan sambutan laungan azan
tanda fajar telah berlalu…dan
hari baru bermula dengan 2 rakaat sembahyang..
selamat datang hari baru ku..
semoga lebih baik dari semalam dan sebelumnya..
-oney-

di satu ruang kehidupan
seorang tua camping berpakaian
entah berapa lama tidak berganti
hanya berteman tasbih tua

tidak pernah meminta kekayaan
tidak pernah bertanya nilai diri
tidak pernah persoal akan keadilan
pada maha tuhan yang mencipta

makan nye laju, minumnya pantas
lalu satu hari ada hamba allah bertanya
mana dirimu ingin pergi, apa sebenar yang kau cari
makan dan minum mu tak bersempat
dalam nada penuh kesedihan beliau menjawab
aku tak mahu masa yang aku ada dipersiakan
selain dari menyebut nama allah..
dan yang aku cari hanyalah keredhaan allah

alhaddad

MUSAFIR DI ATAS SEJADAH

Dia memohon seribu kemaafan
Sewaktu terjaga dari buai mimpi
Menangis dia dalam kegelapan
Mencari jalan menuju ke firdausi

Dia bertanya tentang kehidupan
Tentang hari bernama kematian
Di manakah hina dan mulia insan
Selagi belum ketemui MahaTuhan

Dia musafir yang tak pernah tewas
Menuntut keadilan tanpa sempadan
Meminta bukan bererti dia pengemis
Kerana itulah janjinya untuk mati

Diatas sejadah dia menyerah dan meminta
Secebis nilai diri sebagai seorang hamba
Sebelum kematiannya menjemput kesana
Semoga ketenangan menanti dia disana

MarjanS
POS MALAYSIA
marjanspuisi@ yahoo.com. my

SUARA DARI PERUT-PERUT LAPAR

Kami diantara engkau bernama aku orang bawahan
Bakal pada satu hari nanti menjerit dipinggir jalan
Bila tak tertanggung lagi mengunyah enak kelaparan
Walaupun kami masih terdaya teruskan perjuangan

Jiwa kami telah sekian lampau tak lagi berkunci
Pasti kekerasan bakal memberontak satu hari nanti
Usahlah kau anggap segalanya bermaksud kejahatan
Kerana selagi nama manusia kami perlukan keinginan

Dalam perut kami tiada lagi nikmat kekenyangan
Telah kami korbankan dalam ertikata perjuangan
Sedikitpun kami tak pernah dilontarkan terima kasih
Kerana sekian lampau kehadirandiantara kami disisih

Ini adalah suara luka dari jendela rumah kebenaran
Tercipta dari mulut anak-anak kecil sedang kelaparan
Memaksa kami meronta dan terus meminta pembelaan
Sebagai warga manusia marhain memerlukan keadilan

Lihatlah kami walaupun dari sudut mata mulia itu
Tentang berat pundak kami menanggung sengsara ini
Atas nama tuhan kami tidak meminta limpah kekayaan
Kerana kami tidak pernah bermimpi menjadi seorang tuan

Marjan S
POS MALAYSIA
DAYA BUMI 2008

SUARA-SUARA JALANG

Seorang lelaki dilorong jalang
Melamar cinta dengan nafsu kuda
Buat para kuda betina gersang
Tercipta dari kekecewaan cinta

Suara-suara jalang syahdu bergema
Lembut memanggil jantan celaka
Katanya temanlah aku keranjang dosa
Mengubat cintaku dulunya kecewa

Usah kau kuatir tenatang benih hina
Tak akan aku relakan kandungkan dia
Menjadi saksi dosa-dosa diantara kita
Aku tak rela dia lahir menjadi mangsa

Katakanlah rumah tua ini syurga kita
Persinggahan untuk menuju keneraka
Tanpa sebarang sedikit rasa kecelakaan
Kerana aku betina jalang mencari makan

Kuda gila memacu dalam suam malam
Katanya aku ingin puas sebagai jantan
Suaranya tenggelam dalam erang jalang
Demi memancutkan keruh-keruh dosa

Syaitan berkata penuh keangkuhan
Mereka telah menjadi sebahagian aku
Semoga pintu-pintu taubat tertutup rapat
Selagi dunia belum ditimpa hari kiamat

MarjanS
SUNGAI PETANI
FEB 2008

MAKAM PERTEMUAN

Perpisahan tercipta tanpa kita duga
Bukan dengan kerelaan dari jiwa mulia
Kau pergi menyambut salam impian
Aku pergi menyambut salam perjuangan
Maka terpisah kita antara dua jantung kota
Tanpa adanya secebis ingatan dan kerinduan

Perpisahan kita diiringi dua parut luka
Tanpa sebak didada dan linangan airmata
Luka di kanan kakimu ¨C di kiri mataku
Kadang-kadang kita terlupa tragedi itu
Mungkin kita cemas dilambung ombak
Atau kita sedang menghukum kenyataan

Hari ini ditaman zaman kita bertemu jua
Bersaksikan makam-makam insan tercinta
Di pagi dingin dan pohon-pohon komboja
Dan langit tersenyum menumpang gembira
Kitakah itu seperti insan dilahirkan semula
Besertakan roh cinta dan nafas-nafas luka

MarjanS
POS MALAYSIA
marjanspuisi@ yahoo.com. my

LAILI DALAM KENANGAN

Di ambang senja seusia maya remaja
berdua kita menatap segar guris luka
dalam tangis kau menahan pedih rasa
namun kau cuba menyembunyikan jua

tanpa diduga kita ¨C lahirlah jiwa cinta
urip selagi belum ketemu ajal maha esa
terciptalah ikrar janji setia di asmaraloka
selagi keikhlasan sudi ujud di dalam dada

syahdu nama mu Laili selembut wajah ayu
sepi hidupku Laili tanpa aku mengingati mu
rembulan berwajah seri pungguk setia menanti
inikan pula sesetia sumpah cinta kita pada janji

biar pun terpisah antara dua laut biru
rela ku seberangi jua kerana mu Laili
selagi aku tak ketemui di mana dikau
tetap ku mencarimu hingga hayat nanti

bukan aku tak sudi terus bersama mu di sisi
menenun permaidani cinta ¨C memintal pasti
demi masa depan agar kita saling berkorban
semoga mengukuhkan lagi mahligai impian

nyata setia kita dipayungi takdir maha esa
kau pergi tanpa secebis nota khabar berita
hanya termampu aku membena pusara cinta
di sudut hati ini yang semakin parah lukanya

MarjanS
Kota Kaca
2006

angin itu berbisik
suara yang kau tinggalkan
ombak yang kelam
dasar laut yang dalam
mungkinkah terhapus kesedihan
ku tenun sekilas angan
dalam rintik hujan gerimis
yang kau gantungkan
pada serumpun dahan
dan kini jadi mainan angin…
yang nyata di tanganku
ada secangkir kesedihan..
bisik hati kecil ini
kalau mampu
biarlah angin itu
membelai mesra
tiap helaian rambutku..
sesungguhnya puisi ini mirip keluh
samar… sekaligus nyata!

“diana izatti” <dianaizatti@yahoo.com>

“yang benar dan hak itu datangnya dari ALLAH, yang lemah dan sering khilaf adalah kita makhlukNya. Tiada yang lebih hebat daripadaNya di muka bumi ini kerana kembali kita kelak kepadaNya dalam fitrah yang sama; hamba.” 

raonah jhr <raonah_jhr@ >

pinjamkan aku telingamu
untuk menampung darah beku
yang ternoda duka
di perigi hati
ceduklah kepedihan yang bertahan
menjadi racun bertahun terhimpun
tak kuasa lagi menahan bisa
lara dalam gelora.

mod:
kenape sedih mjentik halwa
sedangkan memandang pelangi asmara
……

[Cerpen_Puisi] kalah sudah,,,, [LANJUTAN]

raonah_jhr <raonah_jhr@…> wrote:

wahai mod,
peka meminjamkan telinga
tersandung sedih duka menjentik halwa
asmara pelangi bercabang nurani
izin dalam paksa akur dan tafakur
hati hancur rela terkubur
demi ilahi ku berbakti.
kalah sudah [LANJUTAN],,, [BALASAN]
alhaddad:

>
asmara pelangi bercabang nurani
izin dalam paksa akur dan tafakur
hati hancur rela terkubur
demi ilahi ku berbakti

apakah maksud katamu ini
bukankah kewajipan kita sebagai hamba
memenuhi tuntutnya dulu sebelum melata
menupah keringat di permatang dunia

[Cerpen_Puisi] kalah sudah [LANJUTAN],,, [BALASAN]
raonah_jhr <raonah_jhr@…> wrote:
asmara pelangi bercabang nurani
mengertilah wahai Alhaddad yang bijaksana
belahan jiwaku menduakan cinta
demi ilahi
biar hati pecah terbelah hancur lebur
dan airmata kian bertabur terhambur
ku tolak ke tepi
kerana mengejar rhedo ilahi
ku pasrah berbakti.
Re: kalah sudah [LANJUTAN],,, [BALASAN]
mod :

laksana mencurah air di kali
membawa maksud dari hati yang sepi
di cetak kata mengejar redho Ilahi
tetapi kenapa bagai meluah keluh berpati
andai ingin menjadikan ia realiti
biarlah benar dari hati
bukan dari duka yg menjengah melewati
hari² mu .. wahai roanah_jhr..

Re: kalah sudah [LANJUTAN],,, [BALASAN]
alhaddad:
maaf di minta dari empunya diri
hamba musafir menumpang lalu
sekadar singah mehilang lelah
kenapa harus berbagi cinta
bukankan cinta itu hak pada pencinta
kita hamba sekadar menumpang
diana izatti <dianaizatti@…> wrote:
aku di sini menunggu
angin yang berhembus
berlalu tanpa pesan
darimu..
hatiku terdiam
rindu yang terpendam
terangi gelap malam
hari-hari ku sepi
tanpa mu….
“yang benar dan hak itu datangnya dari ALLAH, yang lemah dan sering khilaf adalah kita makhlukNya. Tiada yang lebih hebat daripadaNya di muka bumi ini kerana kembali kita kelak kepadaNya dalam fitrah yang sama; hamba.” 
[Cerpen_Puisi] hari itu..,,, [BALASAN] Zachary Vearn <zachary_vearn81@…>

Aku amat bersyukur padaNya
kerana aku hanya manusia biasa…
terasa hati ku ingin berbicara …
terus menerus kepada yang empunya ….

namun takdir bukan urusan kita ….
hanya berserah kepada yang maha Esa..
agar kita kembali bersama ..
walau hanya diruangan cyber…

hehehehehehehe

Re: [Cerpen_Puisi] hari itu..,,, [BALASAN]
diana izatti <dianaizatti@…> wrote:
hari itu..
ku susuri jejak
alur yang berliku
penuh berduri
belukar hitam berselerak
lumpur menutupi setiap tapak
aku jadi sebak…
hari ini..
angin yang berhembus
mengasyikan.. mendamaikan
aku lebih berhati-hati
pak cik Zach..
tunjukkan arah tuju yang pasti..
terima kasih daun keladi!
hari itu..,,, [BALASAN]
 syed badrul hisyam alhaddad <badsyam77@…> wrote:
hari ini..
angin yang berhembus
mengasyikan.. mendamaikan
aku lebih berhati-hati
pak cik Zach..
tunjukkan arah tuju yang pasti..
terima kasih daun keladi!

aku hanya nelayan
yang kebetulan singah
setelah pulang dari laut
mendengar bisik bicaramu
ingin menyapuk meluah kata

angin itulah yang menolak ombak
angin itulah yang buat laut bergelora
angin itu jugalah yang membawa layar pada dermaga
angin itulah yang buat kami juga berhati-hati

Re: [Cerpen_Puisi] hari itu..,,, [BALASAN]
 diana izatti <dianaizatti@…> wrote:
oh, ada kelip sampan
nelayan itu
sesat di kelam
mengejar ombak
ceroboh igauanku..
wahai nelayanku
angin itu bertiup ramah
deru ombak menghempas tebing
pasir-pasir berdesir
indah daun-daun menari
aahhhh.. damai sekali
ayuh kita berhati-hati…
Re: hari itu..,,, [BALASAN]
oney <suriani.mohamad@…> wrote:
mod : biarpuun .. nelayan di hempas berkali²
dan singgah untuk kali yang ke berapa
walau beronak pantai ditemui..
namun mengapa ke laut jua perginyer?…
Re: hari itu..,,, [BALASAN]

syed badrul hisyam alhaddad <badsyam77@…> wrote:

wahai mod yang bistari
umpama lebah yang mencari madu
walau pnuh satu tempayan
namun tak pernah jemu menodai bunga
begitula hamba sebagai nelayan

Re: hari itu..,,, [BALASAN]
oney <suriani.mohamad@…> wrote:]
jauh menyimpang sampan tuan
mungkin kerna kompas yang rosak
atau tersasar penangan ombak
mungkin jua..tuan seorang
nelayan yang pencen
terlupa dimana patut berlabuh..
😛
mabuk laut..
hahahaha…
Re: hari itu..,,, [BALASAN]
syed badrul hisyam alhaddad <badsyam77@…> wrote:
wahai mod yang suka bersoal
tidaklah hamba jauh menyimpang
yang hamba kata adalah benar
umpama ombak medambar pantai
yang tak pernah jemu walau sesaat
kalau hamba nelayan pencen
masakan hamba dapat pulang ke rumah
Re: hari itu..,,, [BALASAN]
oney <suriani.mohamad@…> wrote:
saya bukan suka bersoal
cuma mahu mengikat sampan tuan jika tersasar
biar bersama merempuh air pasang dan angin laut
kembali pulang ke jejak asal..
.. jejak daratan itu.. tempat kita bersama…
[Cerpen_Puisi] hari itu..,,, [BALASAN]

“lala_dua dua” <laladua_dua@yahoo.com>

ingin aku menjadi nahoda
lajulah wahai sampan yang membawa mod dan haddad
bersama angin utara
patah dayung ku harung jua
mengejar kehidupan penuh gelora
pusing arah selatan wahai sampan
jangan tempuhi ombak yang telah memukul aku
dalam kemelut rindu.
Sayang Sayang-Aliff Aziz
Masaku teringat akan dirimu
Ada sesuatu begitu mengganggu
Diam-diam aku menyukaimu
Bermimpi bila kau jadi milikku

Jauh di dasar hatiku
Inginku ku teriak…
Aku cinta kamu!

Sayang, sayang, sayang
Kamu dah berpunya
Tertutup sudah bagiku kesempatan

 

Dan bukan gayaku
Rebut pacar orang
Meski hati tulus
Cerita berakhir tak senang

 

Aku tahu akan sulit bagiku
Mencari-cari pengganti dirimu
Tapi bagi lelaki macam aku
Tak mau berakhir kerna begitu

 

Jauh di dasar hatiku
Inginku teriak
Aku cinta kamu!

 

Sayang, sayang, sayang
Kamu dah berpunya
Tertutup sudah bagiku kesempatan

 

Dan bukan gayaku rebut pacar orang
Meski hati tulus
Cerita berakhir tak senang

 

Tak mungkin, tak mungkin
Aku menyerah hanya kerna tak dapatkan kamu
Meski jauh di dasar hatiku


Ingin ku teriak
Aku cinta kamu!

 

Sayang, sayang, sayang
Kamu dah berpunya
Tertutup sudah bagiku kesempatan

 

Dan bukan gayaku
Rebut pacar orang
Meski hati tulus cerita berakhir tak senang

 

Sayang, sayang, sayang
Kamu dah berpunya
Tertutup sudah bagiku kesempatan

 

Dan bukan gayaku
Rebut pacar orang
Meski hati tulus


Cerita berakhir tak senang,
Cerita berakhir tak senang

DOWNLOAD DISINI

Kupersembahkan Petikan Sekuntum Cinta Termiliki untuk BidadarikuKupandang langit pagi ini
Awan putih berarak indah di hamparan mega
terurai wajah cantik bidadari ku dalam arak awan itu
Alam pun berbahasa Mengerti rasa kerinduan Hati

Diantara senandung langkah bumi ku
aku menantikan langkahmu di depan pintu hatiku
Diselimut awan putih itu
kugantungkan cinta suciku dalam relung kasih mu

kamu adalah sejumput impian yang teringini
Batin ini takkan lagi terdustai atas rasa cinta termiliki
Jam pasir telah kembali mengalir bersama rasa kita
Detik-detik Deret waktu kembali terpatri Rasa

Rasa yang tidak mungkin kau ingkari
Rasa yang begitu indah bersenandung dalam sanubari
Rasa yang selalu hidup bersama detak irama cinta kita
Rasa yang bersemayam dan tumbuh merekah dalam taman mimpi kita

Kuberdoa pada-NYa Mengapa Harus Kurajut benang cinta diantara duka
Biarkan aku menjadi bagian kecil di taman Indah hatimu
Karena Cinta Ini Tak akan terganti hanya milik mu
Kupersembahkan Petikan Sekuntum Cinta Termiliki untuk Bidadariku
Walau Setelah itu Aku Kan Layu dan Mati

Teruntuk Bidadari Yang Bersembunyi. … Aku Mencintaimu Dengan Sangat
Erwin Arianto
Depok 6 Februari 2007

On 2/5/08, Hapsari Wirastuti Susetianingtyas <hapsari.ws@gmail. com> wrote:

Bidadari bukan milikmu lagi

Jam pasir telah tertumpah
Menunjuk waktumu tak tersisa
Ruang cintamu tlah tertutup
Takkan lagi ada sudut cinta yang terpatri

Kau bukan lagi seonggok hati
Bukan sejumput impian yang teringini
Bukan sang penghibur yang mengelitiki jiwa
Bukan pula penjaga yang menggelilingi sukma

Langkah yang oleng tlah terhenti
Batin tersiksa takkan lagi terdustai
Angin takkan lagi membisukan rahasia
Kisah yang salah di sisa hati

Detikmu sudah habis
Arah hembusanmu telah terarak
Ikrarmu telah terjanji
Pertanda bidadari bukan milikmu lagi


Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-

Jika kita bersatu…
Posted on Tuesday, February 05 @ 06:44:31 MYT by SongkokPutih
Penulisan Kreatif Oleh annas

jika kita bersatu…
pasti mereka akan jatuh tersungkur
diatas satu jalan
ukhuwah persaudaraan
mempertahankan panji-panji kebenaran
dalam satu laungan suara
bersama doa-doa munajat
satu takbir satu syahadah
jika kita bersatu….

jika kita bersatu…
tiada sengketa dibicara sinis
tiada rasa keegoan
saling-tuduh menuduh
saling merasa dirinya teramat hebat
saling berdusta diatas satu kewajipan
penuh buruk-sangka yang melatah
kita akan gagal dalam perjuangan
jika kita bersatu…

jika kita bersatu…
mengharap suatu keredhaan
menjulang kebenaran
disetiap penjuru-penjuru yang kelam
membisikkan semangat kasih dan sayang
diatas nama saudara
bersatu dalam satu barisan
dalam bicara-bicara indah bermakna
pasti ada jalan kebenaran
jika kita bersatu…

jika kita bersatu…
mendengar suara hati
memperbaiki jalan-jalan yang silap
memanjatkan suatu doa rintihan
diatas nama kerinduan kasih
memimpin saudara yang sudah tandus
penuh rasa ukhuwah
pasti disitu ada jalan yang teramat mudah
jika kita bersatu…

jika kita bersatu…
setiap musuh akan tersungkur lara
penuh kedukaan berparut luka gelisah
disitu kita akan bangkit semula
memperbaiki setiap warna buta
penuh kebebasan
penuh rasa kasih
jika kita bersatu…

jika kita bersatu….
alangkah indahnya…”

Cintamu akan terus mengisi setiap hariku
Seperti bintang selalu menemani rembulan menghiasi Malamku
Dan Deru langkahmu akan menyertai tahun-tahunku
Tak Terasa telah bertambah satu usia mu

Peluklah aku dengan tawa
Lambaikan tanganmu dengan doa
Sematkan ceria dilukisan wajahmu
dan kita rayakan bersama

Ter-iring Doa Untukmu Suamiku pada pertambahan Usia mu kini
Tuhan tolong ampuni dia dengan segenap kasih-Mu
Tuhan tolong bimbing dia dengan seuntai hidayah-Mu
Tuhan tolong lindungi dia dengan sepenuh cinta-Mu

Ku Selalu berharap Seiring Pertambahan usiamu
Tak pudarkan Bias kehangatan Kasihmu
kau Terus Tersenyum Bersama Cinta Mu
Mendesirkan Keiklasan Cinta Dalam Hamparan Hidupku

Biarkan ku selalu melihat wajahmu
tersenyum dalam kehangatan tatap matamu
Ku ingin Selalu menatapmu dengan sejuta kelembutanku
biarlah aku mendampingimu sampai akhir Waktuku Suamiku

Erwin Arianto

Alam,
Engkaulah tempat ku dibesarkan dan bermain,
Kau cantik, kau ditumbuhi dengan flora dan fauna yang beraneka rupa,
Kau digunakan untuk pembangunan, pertanian dan petempatan,
Banyak sungguh jasa yang telah engkau sumbangkan.

Manusia,
Kaulah makhluk Allah di dunia,
Kau amat kusanjungi,
Kau cerdik, kau pandai menggunakan segala pemberian yang Maha Esa,
Kau telah menggunakan alam untuk memenuhi keperluanmu,
Tetapi malangnya ada manusia yang alpha dan tamak haloba,
Sanggup menyalahgunakan alam nikmat pemberian Tuhan ini,
Dari alam yang cantik, telah bertukar wajah menjadi alam yang penuh
dengan pencemaran.

Oleh itu,
Jagalah dan peliharalah alam kita,
Tanamlah tumbuh-tumbuhan dari benih-benih cinta yang subur, sirami
dan bajailah ia
Jagalah keindahan serta kebersihannya,
Supaya bumi tempat kita berpijak tidak disalahgunakan,
Alam yang bersih melahirkan anak-anak yang sihat.

by: Sharifah azie

Citra Cinta
Rhoma Irama
Cipt. Rhoma Irama
Album: Soneta Vol. 12

Dihiasi alam manusia ini
Dengan cinta sebagai rahmat-Nya

Agar dapat hidup berkasih-sayang
Laki-laki dan perempuan
Agar dapat mengembangkan keturunan
Demi penerus perjuangan

Bila datang rasa cinta hati-hati dan waspada
Jaga, pelihara, serta kuasailah
Sehingga sampai waktunya halal bagimu berdua
Bila biduk cinta tiba di titik nikah

Banyak sudah tunas-tunas muda
Berguguran sebelum berkembang

Korban dari nafsu birahi durjana
Yang mengatasnamakan cinta
Janganlah kau menodai citra cinta
Yang memang suci dan mulia

Syukurilah anugerah cinta
Pelihara nilai citra cinta

kamu mungkin cinta matiku
diantara sekian pesona tertebar yang ada

kamu mungkin keinginan dasarku
diantara beribu keinginan luasku

kamu mungkin serimbun akar pohon kehidupanku
yang bercabang tak henti henti

Aku temukan hal indah di garismu
telanjangi buruk garis-garis gelapku
menyekaku dari belokan alurku
membimbingku ke lurusnya jalanmu

………………….
kematian rasamu kematian jiwaku
ambingkan aku ke sayap tak pastiku
jatuhkanku ke persimpangan sesatku
luruhkanku di penantian semuku

Bunga Matahariku,
ketiadaan asamu ketiadaan ilhamku

Rio de Rush
Jakarta, 20 June 2001

Kita belajar apa itu cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya
dalam gendongan,
sedangkan kedua belah tangannya sibuk menisik selimut keluarga.
Dalam dadanya tiada sesuatu apa selain ketulusan memberi atas nama cinta.

Kita belajar apa itu cinta dari seorang ayah yang membawa pulang
sejumput padi
dan setuang air setelah seharian berterik-terik di ladang.
Dalam dadanya tiada sesuatu apa selain kegembiraan memberi atas nama
cinta.
Karena cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat, belaian lembut, atau
kata-kata penuh dayu,

Bahkan cinta bukan hanya cinta yang kita rasakan saat jatuh cinta.
Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi.

Dari cahaya matari.
Dari sepasang merpati.
Dari sorot mata anak-anak yang menanti pemberian.
Dari sujud dan tengadah doa.

Dari apa pun!

Dari seluruh kelahiran, yang kita sambut dengan cinta,
hingga kematian yang
kita larung dalam cinta,
kita hanya belajar satu hal: cinta.

Dan kehadiran kita dalam hidup ini pun tiada maksud lain selain
mewujudkan cinta.

Karena itu,
tiada yang pantas kita lakukan selain
atas nama cinta kita yang teragung.

From:    Abdul Karim

WAKTU

Dan seorang pakar perbintangan berkata, Guru, bagaimanakah perihal
Waktu?

Dan dia menjawab:
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan
perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya
kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan
abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari
adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa
menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya
tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada
batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari
pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke
tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada
kenal ruang?

Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim,
biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,
Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa
depan dengan kerinduan.

+khalil gibran +

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam? persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika? kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
+khalil Gibran+

Salleh dan Salleha sedang duduk bersama di taman kampus tanpa
melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat
mereka yang lain sedang asyik bercanda ria dengan kekasih masing-
masing.

Salleha : ” Ahhh!! aku bosan. Aku berharap aku juga mempunyai
kekasih yang dapat bersama berkongsi waktu denganku. ”

Salleh : ” Nampaknya cuma tinggal kita berdua saja yang masih single
mingle, masih tidak mempunyai pasangan sekarang.” (keduanya mengeluh
dan berdiam beberapa saat)

Salleha : ” Aku ada idea best nie. Kita adakan permainan jom? ”

Salleh : “Errr? Permainan apa? ”

Salleha : “Ermmmmm… sonang tu bah. Apa kata kau jadi kekasihku dan
aku jadi kekasihmu tapi hanya untuk 100 hari saja….. camnerr okay
tak? ”

Salleh : ” Baiklah… lagi pong aku juga belom ada agenda apa-apa
untuk beberapa bulan nie. ”

Salleha : ” Lerr… cam tak ikhlas jerr…. nak tak nak??… semangat
sikitlah! Hari ini akan jadi hari pertama kita bercouple. Kita ke
mana sekarang? ”

Salleh : ” Camnerr kalau kita nengok wayang ajerr? Kalau tak salah
cerita Love Is Cinta tengah now showing nie….. Ajeb ngan Adha cakap
citerr nyerr best tau.. dia orang kasi 4 bintang lagi. ”

Salleha : “OK sett!!!…. Jom kita pergi sekarang. Pastu kita gi
karaoke yerr… agak-agak kalau kita ajak sama MasPenn ngan Lili tu
dia nak tak??? ”

Salleh : “Boleh juga…” ( mereka berdua pun pergi menonton,
berkaraoke dan Salleh menghantar Salleha pulang selepas itu )

Hari ke 2 :

Salleh dan Salleha menghabiskan waktu untuk berbual dan bercanda di
kafe, suasana kafe yang remang-remang dengan alunan muzik yang
syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum
pulang Salleh membeli sebuah kalung perak yang berloketkan sebiji
bintang untuk Salleha.

Hari ke 3 :

Mereka pergi ke Mall membeli-belah untuk mencari hadiah buat Lady
Rye, seorang sahabat Salleh. Setelah lelah berkeliling dalam Mall,
mereka memutuskan untuk membeli sebuah jam tangan. Setelah itu
mereka beristirehat dan duduk di foodcourt, makan sepotong kuih dan
satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama
kalinya.

Hari ke 7 :

Bermain bowling dengan teman-teman Salleh. Tangan Salleha terasa
sakit kerana tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Salleh memicit-
micit tangan Salleha dengan lembut.

Hari ke 25 :

Salleh mengajak Salleha makan malam di Danga Bay. Bulan sudah
menampakkan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang
dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati
suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di
pantai. Sekali lagi Salleha memandang langit, dan melihat bintang
jatuh ( shooting stars ). Dia mengucapkan suatu permintaan dalam
hatinya.

Hari ke 41 :

Salleh menyambut ulang tahun. Salleha membuatkan kek ulang tahun
untuk Salleh. Bukan kek buatannya yang pertama, tetapi kasih sayang
yang mulai timbul dalam hatinya membuat kek buatannya itu menjadi
yang terbaik. Salleh terharu menerima kek itu, dan dia mengucapkan
suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke 67 :

Salleh dan Salleha menghabiskan waktu di Sunway Lagoon. Berjalan
sama di The World’s Longest Pedestrian Suspension Bridge, sambil
menikmati pemandangan. Naik The Viking, makan aiskrim bersama, dan
mengunjungi kiosk permainan. Salleh menghadiahkan sebuah boneka
teddy bear besar bermata biru untuk Salleha, dan Salleha membelikan
sebuah MP3 thumbdrive player untuk Salleh.

Hari ke 72 :

Pergi ke Suntec City di Temasik. Melihat meriahnya pameran dari
negeri Cina. Salleha mengajak Salleh untuk mengunjungi salah satu
kiosk “Fortune Telling”. Sang peramal hanya mengatakan “Hargai
waktumu bersamanya mulai sekarang” kemudian peramal itu menitiskan
airmata.

P.S : Korang jangan pulak besok-besok gi jumpa tukang telek pulak…
tang ini cuma buat sedapkan jalan citerr jerr…

Hari ke 84 :

Salleh mengusulkan agar mereka berlibur ke pantai. Pantai desaru
kelihatan sepi kerana bukannya waktu percutian bagi orang lain.
Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil
berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut
menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan
seakan tidak ingin berpisah lagi.

P.S Lagi : Tang peluk-peluk nie pong… korang jangan pulak nanti
serang jebat pasai buat adengan peluk-peluk… sama jugak macam yang
kat atas tu… sajerr nak panjangkan citerr…

Hari ke 99 :
Salleh memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan bersantai
sambil berputar-putar tanpa arah tujuan keliling bandar dan akhirnya
duduk di sebuah taman.

1520hrs

Salleha : ” Aku haus. Rest kejap okay. ”

Salleh : ” Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aye nak
minum “Green Tea”; You nak minum apa? ”

Salleha : ” Biar I saja yang beli. Aye kan penat putar stering
keliling bandar hari ini. Sekejap yerr ”

Salleh mengangguk. Kakinya memang suka simpul biawak atau cramp
kalau lama memandu.

1530hrs

Salleh sudah menunggu selama 10 minit and Salleha masih belum
kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenali berlari
menghampiri Salleh dengan wajah panik.

Salleh : ” Ada apa Cik? ”

Orang asing : ” Ada seorang perempuan dilanggar kereta. Rasa-rasanya
macam temanmu tadi ”

Salleh segera berlari bersama orang itu. Disana, di atas jalan yang
panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Salleha
bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Salleh segera
menelefon ambulan dan langsung mengikut Salleha ke rumah sakit
bersama-sama ambulan. Selama 8 jam 10 minit, Salleh tidak senang
duduk diruang menunggu bilik kecemasan. Sekejap berdiri… sekejap
mundar-mandir.. fikiran Salleh bercelaru. Seorang doktor keluar
dengan wajah penuh penyesalan.

2353hrs

Doktor Zuhana : ” Maaf, tetapi kami sudah cuba melakukan yang
terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang Maha Kuasa akan
segera menjemput. Kami menjumpai surat ini dalam kocek bajunya. ”

Doktor Zuhana memberikan sekeping surat yang terkena percikan darah
kepada Salleh dan Salleh segera masuk ke dalam bilik rawatan untuk
melihat Salleha. Wajahnya pucat tetapi kelihatan damai. Salleh duduk
disisi pembaringan Salleha dan menggenggam tangan Salleha dengan
erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Salleh merasakan torehan
luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran airmata mengalir dari
kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah
ditulis Salleha untuknya.

Sahabatku Salleh…
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang
telah ku lalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kau buat derk dan
tidak dapat ku membuat telahan, tetapi semua perkara itu telah
membawa kebahagiaan dalam hidupku.

Aku sudah menyedari bahawa kau adalah jejaka yang berharga dalam
hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih
dalam lagi sebelumnya.

Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita dapat
memanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang ku ucapkan
pada bintang jatuh malam ( shooting stars ) itu di pantai, Aku ingin
kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu
selamanya dan berharap kau juga akan berada disisiku seumur hidupku.
Salleh, aku sangat sayang padamu.

by: “chipmunk_malaysia”

Sepi dalam CINTA, gema gitar yang dipetik melahirkan irama keluhan
hati yang meresap ke lubuk sanubari. Kerana CINTA, semuanya terasa.
Seni dalam CINTA mengalirkan perasaan yang menyelubungi ruang hati.
Kerana segenap penjuru mahukan rindu berbening. Air mata dan CINTA
tidak mampu dipisahkan; umpama aur dengan tebing. Sesekali CINTA
berubah, sesekali air mata tercurah. Bila hati gelap gelita kerana
CINTA yang terpisah, berderau rasa gelisah sepanjang hari. Dan malam
berasa panjang, angin bertiup dirasakan teramat dingin. Saat itu
segala kepasrahan hidup terucap di depan. Semua gelap dan tiada lagi
dirasakan indah bakal di depani. Demikian rentak muzik menyusuri
masuk ke dalam jiwa sebagai ganti penghibur sepi.

Adakah yang dimainkan oleh gitar M. Nasir itu bukan daripada
sentuhan hati? Mungkin lahirnya lagu seperti Cinta Sepi, Demi Masa
dan Dari Kekasih Ke Kekasih sewaktu dia dilamar kasmaran yang
dahsyat. CINTA dari hati seorang berjiwa seni adalah terlalu
mendalam. Maka terlahir seni dari hati yang teramat sepi.

Petikan gitar, geseran biola dan alunan suara merdu terlalu
diperlukan di kala sepi dari CINTA yang berpusar ganas. Bila
permainan perasaan terlalu jauh terlayang, maka alam bertukar wajah.
Kita bukan lagi berada di alam yang nyata, tetapi khayalan akan
lebih kuat menguasai sekitar benak minda. Segala kewarasan akan
terhenti seketika dan realiti sebenar kehidupan terlupa sejenak.
Alam CINTA yang ditanggung menjadikan CINTA kebuntuan memecah
perjalanan hidup. Benarlah kata Azman Husin, “CINTA menjadikan
seorang intelektual menjadi bodoh,” untuk menilai dalam keadaan
realiti sebenar.

Malam, bulan dan bintang, adalah asas dalam kehidupan yang sentiasa
berlegar harmonis di antara CINTA dan rindu, resah dan cemburu.
Mungkinkah akan terjawab segala gelora resah yang mencengkam hati.
Akhirnya falsafah CINTA akan terbias di puncak sepi. Di samping
segala sajak dan puisi terlahir di kaki malam sebagai cara
melepaskan sepi. Hanya kerana CINTA, hati manusia mampu dilembutkan.
Perubahan tingkah laku juga dapat dirasakan kiranya alam CINTA telah
bermula. Adakah selepas berakhirnya alam CINTA mampu mematangkan
perangai dan pemikiran? Dan sekiranya kekecewaan yang dialami sudah
terlupa, mungkinkah kita lebih berhati-hati dalam sesuatu yang
berbentuk perasaan?

CINTA sebagai satu kemestian. Adakala CINTA itu bermula pantas
sekali dan perlahan-lahan. Dari pintu hati ia berbenang dan lama
kelamaan segulung kasih tersimpul erat di dalam hati. CINTA perlu
dipupuk supaya sentiasa segar dan kehijauan seperti dedaun yang
berkilauan disirami cahaya pagi. CINTA itu terlalu indah. Seindahnya
umpama sejambak bunga cantik, berwarna-warni, segar, harum dan wangi
kalau kena gubahannya. Dan bunga yang dipilih daripada jenis yang
subur dan baru mekar dari kelopak. Kalaulah kita pandai
menggubahnya, semakin berserilah CINTA itu. Dan kalaulah tersalah
gubahannya, CINTA yang diimpikan kurang berseri dan tiada keharuman
menyelubungi suasana sukma. Tak siapa sudi menghargai CINTA yang
diberikan.

Kesepian menjadikan CINTA semakin mendalam. CINTA daripada gadis
yang pendiam dan pemalu adalah sifat sejati. Sifat pendiam dan malu
membuatkan CINTA dari hatinya mengalir untuk yang satu. CINTA
seorang gadis desa penuh dengan kesetiaan dan kejujuran. Hubungan
sosialnya dengan kawan-kawan yang selalu terbatas menyebabkan dia
hanya memadai mengenali yang diCINTAinya. Ditambah kesunyian suasana
desa yang damai, terasing dan jauh dari kekalutan kota yang sentiasa
palsu penuh kepuraan CINTA.

Di celah kehidupan kampung diselubungi sepi, CINTA menjadi fokus
utama dalam hati seorang remaja desa. CINTA lahir dalam hati kerana
kesunyian dan kesepian seringkali mengundang kepada kerinduan. Dari
kerinduan menghasilkan pelbagai penyeksaan kerinduan batin dan CINTA
itu adalah suci sekiranya dibatasi landasan syariat. CINTA seorang
gadis desa penuh berliku dan melalui ranjau yang berduri. Tiada apa
yang dapat menghiburkan hati melainkan sekeping potret sebagai
penawar. Di waktu malam, dinginnya udara, bisunya alam dari bunyian
dibilas dari samar-samar cahaya bulan mengundang soal CINTA mula
bermain di hati.

Tiada teman berbicara, CINTA dalam hati cukup berkecamuk. Pelbagai
anggapan dan tafsiran datang berombak-ombak bersama rasa kepiluan
dalam hati. Mungkinkah yang diCINTAi tidak dapat dimiliki? Dari hari
ke hari, CINTA kian bersemi dalam dakapan hari sewaktu berlari.
Dalam diari perasaan diluahkan demi mencari kedamaian hati. Di taman
sanubari CINTA telah bersatu untuk melakar hidup di alam yang
diimpikan.

CINTA gadis kota pula jarang sekali kesetiaan dihargai dan senang
tawar CINTAnya. Mudah hatinya bertukar dan berubah mengikut cita
rasa. Kenangan yang dibina mudah bertiup pergi seumpama debu-debu
kian berterbangan. Hubungan sosial yang luas memadamkan perasaan
CINTA yang satu dan secara mendalam keasyikannya. Kesetiaan jarang
dihormati kerana CINTA yang satu mengheningi tiada terpaut kukuh di
dalam lubuk hati. Kesibukan waktu menyekat perasaan CINTA mengalir
deras dalam belahan jiwa. Malah CINTA yang lahir senang mati apabila
sesuatu yang terjadi di luar dugaan. Kemuncaknya dalam perCINTAan
banyak perkara boleh berlaku. Apatah lagi keadaan trend kini óne
night stand’ sudah menjadi perkara biasa untuk membuktikan CINTA
bila sampai ke paras kemuncaknya.

Yang pasti menjadi lumrah kegagalan dalam menggapai CINTA akan
membawa kesan secara tidak langsung kepada peribadi diri. Tahap
kekuatan dalaman jiwa terpulang pada diri untuk menghadapi konflik
perasaan yang sentiasa membayangi diri. Barangkali banyak sudah
muncul watak Laila Majnun yang tidak diketahui umum. Dan barangkali
juga dia berada di kanan dan kiri anda? Pandanglah manusia di
sekeliling dengan mata hati dan mata kasar. Pasti anda akan temui
sesuatu yang baru. Dan mungkin memberi makna. Tanyalah pada hati,
renunglah pada sebutir bintang. Di manakah letaknya CINTA dalam
kehidupan? Pandanglah pada senja, nescaya apa tersembunyi memberi
makna. Dan kita pasti berasa akan NILAI SEBUAH CINTA…

by: “chipmunk_malaysia”

Bisakah kita menukar rindu dengan cendawan selagi
musim masih hujan
Cerita yang lama menderas biar tumbuh di pedalaman
hati, padang lamun
Lalu kita bicara tentang masa depan yang terhampar
seperti lautan
Tentang burung-burung yang rindu pada pasangan

Anak kita adalah masa depan yang tumbuh dari bunga
Wajahnya kelopak cinta dari jantung yang terus menyala
Jika begini adanya, hidup terasa gampang di hela
Ada saja angin yang  menuntun ke arah dermaga

Bisakah kita menukar rindu selagi musim masih hujan
Pedalaman hati kita, biarkan cerita tumbuh merimbun
Lalu petik setangkai anyelir hiasi iya dalam jembangan
Biar jadi penanda bagi pelaut yang rindu pelukan

Melangkah dan berjalan
berjalan dan terus Berjalan
Dan kini telah kutapaku jejak-jejak kehidupan
semakin banyak pahit, manis yang membangkitkan

Telah terjelajahi
Suka, Duka, Hitam dan putih
yg membuat hidupku kian bermakna
membawa warna dalam hidup menjadi dewasa

Terkadang ku terhempas di dalam duka
namun aku tetap untuk kembali tegar
Terkadang ku terbawa dalam suka
itu membawa pesona yang tak teringkar

Terus ku lewati jejak jejak hidup
memberi warna dalam berbagai lukisan redup
mencoba memahami peran hidup ku didunia
Mencoba berarti bagi semua

aku bersyukur
dengan duka, nestapa, dan ceria yang kualami
walau kadang semua sering tak terpahami
membuatku mencoba lebih mengerti akan takdir ilahi

mencoba memahami takdir hidup dipilih atau memilih, seperti kata bidadari
Depok 28 January 2007
erwin Arianto


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-

Angguk – Angguk, Geleng – geleng

Ahli fikir

Apa khabar teman-teman sefikir

*Angguk angguk geleng geleng
Tunduk tunduk ikut telunjuk
Iya Iya saya saya
Kiri Kanan Ikut saja
(Ulang semula)

Kita tunduk pabila diketuk
Bila terantuk tak usah dipujuk
Biarpun dipatuk
Ingat pesan atuk…sabar sabar sabar sabar…

Tak apa tak kisah
Tak rugi tak mati
Tak ambil peduli
Berserah dan pasrah
Biar ada dah dijampi
Ada pasang, surut-naik

Dikerah dijajah
Terus nista dipenjara
Jadi hamba jadi kuli
Jadi batu diam diri
Kita tunggu kita lihat
Kita nanti kita perhati
Jgn merungut biar berjanggut
Diam akur
Kita mesti patuh
Acuh tak acuh endah tak endah
Buat lawak bodoh terlampau
Biar kita melopong
Biar kita menganga
Biar mereka buat apa mereka suka
Biar saja
Jangan melawan
Jangan membantah
Janganlah degil kena ikut perintah
Kena banyak diam
Biar apa orang kata
Kita tawa dalam duka
Kecut takut
Kalut kolot
Terkunci mulut
Bergaduh bertutur
Kalah sabung menang sorak
Tiba masa kita gerak

Ulang * 2 kali

Dik mari dik
Ya kak
Nama adik siapa?
Liya…
Adik tahu nyanyi tak?
Tahu…
Mari ikut kakak nyanyi sama-sama…

Angguk angguk geleng geleng
Tunduk tunduk ikut telunjuk
Angguk angguk geleng geleng
Tunduk tunduk ikut telunjuk

Iya Iya saya saya
Kiri Kanan Ikut saja
Iya Iya saya saya
Kiri Kanan Ikut saja

Tolak Tambah
Kali ganda
Hitung kira segala nista
Maju mendung
Tinggi rendah
Berapa nilai
Nilai bangsa

Kak…Sekupang ke?
Dua kupang ke? Tiga kupang?
Sawah sebendang
Ladang sebidang
Tanah sekangkang
Pohon sebatang
Kerana uang semua hilang hanya tinggal shelai sepinggang

Yang jening yang lebai yang pandir yang luncai
Yang angannya tinggi yang dibuai mimpi yang sawah terjual
Maruah tergadai

Kamu mahu lagi?

Ahli fikirrrr…sabar, sabar,sabar, sabar,sabar, sabar
* * *

Artist: Ahli fikir

Casanova

Meniduri

Nyawa yang aku puja

Melepasi tuhan

Yang tak pernah

Adalah ternyata

Satu bohong

Membunuh aku

Terlalu dalam

Meluahkan

Lelakiku dari dusta

Dan madah indah

Menyiksakan jiwa

Dan roh yang ada menjerit

Di dalam penjara

Yang penuh dengan

Nikmat sementara

Pateranya

Adalah segala yang termimpi

Dalam jemala

Menderu meminta

Akan raganya

Aku dahaga

Kuminum semua airnya

Dan sesudah

Aku semakin haus

Dari sebelumnya

Lama kelamaan

Aku lemas

Didalam laut

Yang aku cipta

Juan Einriqie

JUAN EINRIQIE
Woodlands Crescent
Blk 787D #02-42
Singapore 734787
Tel : (+65) 91010339

Mencintaimu Selamanya

Tidak terhela

Nafas yang tertinggal

Menjejari pinta

Untuk mendakapmu

Sekujur nyawa

Terlalu jauh

Namun terlalu dekat

Teramat dalam

Terpaku

Dimateri

Sekian cinta yang kau sisakan

Aku menerjah semua

Dengan separuh nyawa

Kusirna

Sarat kaki melangkah

Tanpa nyawa ada di sebelah

Dan pada setiap kau datang

Kenapa ada airmata

Dan saat kau pergi

Kenapa aku mati

Mencintaimu lebih dari diriku

Tiada cukupkah itu

Untuk kutafsir

Akan betapa aku mencintaimu

Apa sekiranya ada yang ingin

Akan hati ini

Lantas terpaksa aku memberi

Sedang sanya ia

Terpateri dengan namamu

Shamira adoree

Jawaplah akan tanyaku

Sedarkanlah aku

Yang aku tidak ada lagi

Di dalam hatimu

Hanya aku

Yang merasakan ini

Dengan apa yang aku rindu

Dengan apa yang tertinggal

Untuk ku

Tidak sesaat

Dari waktuku

Tiada kamu

Dalam hati ini

Biar ku cuba

Untuk menipu

Yang aku membencimu

Aku sedar

Yang sanya

Aku terlalu mencintaimu

Terlalu merinduimu

Bodohkah aku

Kerana terlalu menyayangimu

Sedangkan kau tidak pernah

Merasakan serupa

Apa yang aku rasa

Mengertikah engkau

Tentang hakikat hidup

Dan erti bahagia

Tanpa cinta

Apalah yang ada pada semua

Segalanya tiada makna

Biarkanlah aku

Dengan apa yang aku ada

Aku berjanji

Pada bulan yang setia

Pada malam

Dan suria pada siang

Hanya kematian

Yang akan mematikan harapku

Membunuh semua rinduku

Dan cintaku

Akan hidup sepanjang

Dunia berwaktu

Juan Einriqie

p/s: Suatu hari kau kan mengerti,

betapa dalam aku mencintaimu,

dan nanti Dia akan bercerita,

tentang aku padamu,

kenapa aku,

terlalu menyayangimu,

walau kau mungkin bukan milikku kini.

JUAN EINRIQIE
Woodlands Crescent
Blk 787D #02-42
Singapore 734787
Tel : (+65) 91010339

Aku bukanlah Seorang Pendongeng
terkadang aku hanya diam
Tak ada kata diam dalam seribu bahasa
mencari titik terendah dalam pikiran yang dalam

Aku bukanlah seseorang yang berarti
ketika waktu aku bagaikan seorang kiyai
mengobral kata dengan makna selangit
membuat kesombongan berkibar melebihi langit

Aku bukanlah seorang yang memahami
hingga pada saat ku coba mencari arti
dengan merenung dalam diamku
Dan terdapat hati yang tidak dapat dimengerti

Aku bukanlah seorang pertapa
maka aku harus rendah hati
Tak bolah aku bersombong hati
Karena aku bagai buih kan hilang dan berganti

Aku hanya ingin berkarya
hanya kususun kata kata tak bergema
melambangkan kekosongan sebuah jiwa
walau terkadang tak berarti dan tak bermakna

Tapi tak lelah aku untuk terus belajar
Mencari makna akan hidup dan kehidupan manusia
kendati hari ini aku seorang pembelajar
menuju pemahaman akan makna hidup di dunia

Dalam pembelajaran yang tak pernah henti
Erwin Arianto, depok 28 January 2008


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-

Ku cari cinta yang hilang
Di puncanya
dan di hujung nya
Namun yang ku temui… buntu…

Ku rawat parut semalam
Dengan balutan airmata
Pedih dan lirih
Hati ku terdampar di pantai siksa…

Ku singkap sejarah semalam
Pada bayang hitam yang kalut
Dengan hati berteman akal
Bersama cahaya redha…
Lalu ku alas dengan takwa…

Dalam selubung putih aku bersujud
Buntu ku temui jawapan
Siksa ku berganti tenang
Cinta ku kembali bertaut
Hatiku kembali berbunga
Dengan kalamnya aku berteman….

karya asli: Alhaddad

Di keheningan sebuah Malam
Sejalan waktu yang kian lalu
kucari selalu hati yang kau janji dulu
Masih kah kau ada disana menanti cinta

Diatas rindu yang membalut Tak terperi
Aku terus bergelut dengan mimpi
Mimpi memberi lebih berarti
kureguk hening kumampatkan sepi

sesekali teringat di waktu bergulir
ada sesal tertinggal
ada perih Terukir
ada cinta meninggal

kini sang mentari mengintip pada sela mega
kuhembus seluruh nafas penyesalan, kupejamkan mata
Kulupakan semua kenangan yang berbaris
kubiarkan Seluruh rasa larutkan seluruh inderaku

Sembunyikan aku
sembunyikan di antara deru waktu
sembunyikan dari belaian lembut itu
Sembunyikan Atas cinta yang telah berlalu

24 January 2007


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-

dunia ini sudah lama serabut
penuh lara dan sengsara
saudaraku ditindas tanpa belas kasih
anak-anak itu terbiar
tiada rasa simpati tiada lagi
semuanya membutakan mata kasih
bangkitlah.. …Allah bersama kita

segala kekejaman itu semakin leka

kita pula asyik dengan dunia dusta
sedikit yang berani meluahkan rasa
mempertahankan maruah kebenaran
diatas peri-kemanusiaan
atas rasa simpati dalam warna darah yang sama
membelai dengan alunan keikhlasan
penuh rasa kasih dan sayang
bangkitlah.. ..Allah bersama kita
senjata kita adalah doa
ukhuwah kita adalah semangat kasih
benteng kita berani atas satu kalimah
peluru kita atas nama jihad
sasaran kita atas panji kebenaran
penuh laungan takbir keberanian
menghancurkan tembok-tembok keliru
yang sudah semakin kejam diatas rasa kasih
yang sudah penuh kesesatan lara
bangkitlah.. ..Allah bersama kita
disini
suara anak-anak itu mengadu lara
penuh luka dan amat bisa sekali
mencari ibu yang sudah tiada
apatah lagi ayah yang sudah lama pergi
kejamnya mereka
merampas segala yang ada
merobek jiwa dan maruah kemanusiaan
mempersenda hukum Allah
diatas nama kehebatan kuasa diri
lupa pada saat-saat kematian menghampiri
rakus dan dayus pada cinta dunia
berhatikan nafsu iblis
bangkitlah.. ..Allah bersama kita
disini
siapa lagi yang diharapkan
ukhuwah itu kita satukan
kasih itu kita pereratkan
rasa belas kita semaikan
bangkitlah saudaraku
Allah bersama kita…
ALLAHUUAKHBAR. ….
kiriman: .::Faizah Razaly::.

Artis : Too Phat/Yasin, Diam Sastrowardoyo, Ahli Fiqir

Lagu : Alhamdulillah

Dian Sastro:

Disaat waktu berhenti…kosong

Dimensi membutakan mata,memekakkan telinga

Lalu diri menjadi hampa

Saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka*

Sadarku akan hadirmu,mematahkan sendi2 yang biasanya tegak berdiri

Yassin:

Ult li albi bissaraha (I’m opening up my heart with honesty)

Hayya nab’idil karaha (Let’s avoid the hated and hatred)

Syakkireena a’ kulli ni’ma (Let’s remain thankful with what we have)

Ba’ ideena anil fattana (Let’s avoid all lies and sins)

Malique:

Merenungi luar jendela,mengagumi kebesaran yang Maha Esa

Ku menilai kehidupan dari sudut berbeza

Tak memadai hanya kecapi rasa selesa

Maukan harta yang mampu beli 1 semesta

Berpesta ke pagi botol bergelimpangan

Kekasih muda bukan takat berpegang tangan

Harta dan jamuan nafsu tidak berkekalan

Bila menjelang tua bukan itu jadi bekalan

Dan jangan puisi ini disalah tafsir pula

Bukan berkhutbah cuma betuli diri jua

Ingin hidup sempurna aset nilai berjuta,

saling tukar wanita,senyum dan mati tua

Bakat dikurnia jangan disalah guna

Jangan kufur nikmat yang diberi percuma

Guna kelebihan untuk hikmah bersama

Jagalah nama hidup penuh pementasan dan drama

Ada berisi ada yang kurus,ada melencong ada yang lurus bukan semuanya tulus

ada sempuna ada kurang upaya ada yang jadi buta hanya bila sudah kaya

Sebesar rumah bermula dengan sekecil bata,boleh hilang dalam sekelip mata

Ucaplah alhamdulillah bukannya sukar, kerna semana kaya atau besar

Tetap Allahuakbar! !!

Joe Flizzow:

Jadikanlah ku tentera Fisabilillah yang tertera di kalimah harap memanduilah

Entah apabila persimpangan tiba,hidup penuh rintangan harus kuhadapinya

Harapku tidak terlupa diri bila gembira,dan cuma mula mencari kau disaat hiba

Ku cuma manusia penuh dengan kesilapan tapi bisa membezakan cahaya dan kegelapan

Tabah bila dihalangan duri onak dan cobaan

Teguh bila dicobakan keruh kuasa dan perempuan

Sentiasa legar diminda,dikejar dan dipinta dari zaman bermula hingga ke akhirnya

Ku mengerti siapa ku tanpamu disisi dan apa guna posesi juga posisi

Sementara ini cuma hanya puisi,nukilan tulisan dan bisikan isi hati

Mencari keterangan,menjiwai peranan menepati pesanan janji juga saranan

Alhamdulillah atas kurniaan rezeki,moga tidak terleka dalam perjalanan ini

Ahli Fiqir:

Aku yang memandang di dalam lubuk hati,mencari- cari zat rahsia yang katanya tersembunyi

Aku yang melihat alam meliputi wujud menyertai lalu ku pindahkan alam ke dalam mata hati

Aku hakiki,aku mengerti segala yang terjadi di langit dan di bumi

Gunanya tiada fantasi, pelik dan benar,qada’ dan qadar kau berilah ku kekuatan

Agar dapat ku hindarkan segala kesesatan

Usah kau biar nafsuku terliur dari pandangan majazi ini,

aku yang hodoh lagi hina amat benar merindui

Moga cahaya lailatul tak membutakan mataku,semoga segala puji tak ku meninggi diri

Moga segala janji dapat juga ku penuhi,moga dapatku hadapi tikaman dari belakang

Lidah setajam pisau, ku tidak akan risau dengan dugaan cabaran sepanjang perjalanan

Ku pasrah ku akur 7,8,6 Alhamdulillah Syukur…

Dian Sastro:

Sujudku pun takkan memuaskan inginku

‘tuk hanturkan* sembah sedalam kalbu

Adapun kusembahkan syukur padamu ya Allah

Untuk nama,harta dan keluarga yang mencinta

Dan perjalanan yang sejauh ini tertempa

Alhamdulillah pilihan dan kesempatan

Yang membuat hamba mengerti lebih baik makna diri

Semua lebih berarti akan mudah dihayati

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. …

Ku Pilih Kau untuk Cintaku

Kupilih kamu untuk cintaku

Dan kuyakini rasaku

Yang selalu tertuju untuk mu

Kuingin selalu berbagi

Tentang rasa dihati

Yang telah kumiliki

Untuk dirimu yang terkasihi

Cinta adalah caraku bercerita

Tentang dirimu, tentang rasaku

Caraku menatap kepergiaan,mu

Dan caraku tersenyum saat menatapmu

Caraku merindu kehadiranmu

Diamku atas kehadiranmu

Marahku atas salahmu

Caraku menyapamu dengan ceriaku

Tulisan ku tentang besarnya cintaku

Aku mencintaimu dengan bebas

Tak ada ikatan yang mebelenggu

Sehingga saat kau ingin berlabuh

Disanalah senyumku Selalu menantimu

Hingga kau yakin dan bersandar bersamaku

Kuyakin ku kan bahagaia bersandar didermaga ku bersamamu

Depok 17 July 2007, 22:08

Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-

Lembayung Senja Merah

Waktu terus bergulir melaju tak tertahan
Matahari senja pulang keperaduan
Berganti dengan sang rembulan malam
Memberi terang pada sang kelam

Sungai rindu mengalir di dalam hati
Mengikuti liku-liku tak bertepi
Membawa pesona dirimu dalam diri
Atas keinginan dan rasa terbawa bersama arus sendiri

Pada suatu waktu tak tertuju
Ku coba melukis bayangan di dalam air itu
Tapi Semua hilang tak berarti
Walaupun ku coba dengan pahat rasa di hati

Kehadiran mu adalah semu
Seperti sebuah fatamorgana di sahara
Walau indah tak dapat tersentuh kalbu
Hanya membuat haus dahaga

Lembayung senja merah
Kau ada tapi seperti tiada
Kau nyata hanya di pelupuk mata
Kau selalu bermain dalam Bumiku
Biarlah kau ada tanpa bisa ku jamah
Karena kau tetaplah yang terindah

Dalam Perenungan Malamku, Hanya coba menulis
Depok 14 Augustus 2007, 22:01
Erwin Arianto

Andai hidup ini sentiasa ceria…
Lidah ini sentiasa bisa berbicara indah…
Di bibir ini sentiasa mengntum senyum…
Akan aku sunting mawar di taman larangan…
Miss you so much….

karya asli: Alhaddad

Subuh itu….
Sejuk dan dinginku hangat….
Di dampingi seorang wanita bernama isteri…
Di bibirku menguntum senyuman paling indah…
Dengan gelagak anak kecil bernama anak….
.
Subuh itu….
Terlalu indah…. hanyut dalam impian mimpi…
Impian harapan yang terputus di jalanan…..
Dalam gema doa bertali… setelah wajib dan sunatku….
Dalam sejuk, dingin dan hangat alam….
.
Subuh itu….
Celik ku payah… Bangkitku pulas…
Lenaku enak… Terbuai mimpi indah….
Sayang kutinggalkan beradu, sayang kutinggalkan mimpi..
Ku gempal janji seorang hamba. Ku cari tulus dalam diri..
Disaat laungan sayup azan kalimah terahir…

Subuh itu…
ku bankit dengan kalimah…
Astarfirullah..ha’adzim, Astarfirullah..ha’adzim…
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar….
Lailahailallah Muhamadarasulullah
Syukur Alhamdulillah……
Hanya padamu aku berserah ya Allah….

Demi seorang teman….
Kita cuba merawat hatinya, merawat kesunyiannya…
Demi seorang teman…
Kita cuba memberinya terbaik, membuang segala buruknya…
Demi seorang teman…
Kita cuba kongsi segala, pahit manis kehidupan..
Demi seorang teman…
Kita cuba untuk faham, ke lubuk hati paling dalam…
Demi seorang teman…
Kita kadang melepaskan diri kita, menjadi orang lain…

Tapi kadang kita lupa….
Kita bukan merawat hati dan kesunyiannya…
Tapi makin membuat hati dan kesunyian itu parah….
Tapi kadang kita lupa….
Kita bukan memberinya terbaik dan membuang buruknya…
Tapi kita memberinya keburukan dan menambahkan lagi keburukannya….
Tapi kadang kita lupa…
Kita bukan berkongsi pahit manis kehidupan
Tapi kita sedang membebaninye dengan masalah….
Tapi kadang kita lupa…
Kita bukan cuba untuk memahaminya..
Tapi sedang menyelongkar segala peribadinya…
Tapi kadang kita lupa….
Dengan melepaskan diri kita dan menjadi orang lain…
Kita sebenarnaya berbohong dalam ikatan…

Teman….
Mungkin ini lah aku.. tanpa aku sedar… melukaimu tanpa niat…
Teman …
Mungkin ini lah aku… tanpa aku sedar… memburukkanmu tanpa niat..
Teman…
Mungkin ini lah aku.. tanpa aku sedar… membebanimu tanpa niat
Teman…
Mungkin ini lah aku tanpa aku sedar… menyelongkar peribadimu tanpa niat.
Teman..
Mungkin ini lah aku… tanpa aku sedar… membohongimu tanpa niat….
Teman…
Hanya ribuan maaf yang mampu ku pohon.. dengan penuh segala kejujuran
Teman…
Hanya doa mampu ku hadiahkan, agar dibibirmu sentiasa menguntum senyum.
Maaf kan aku teman..

Karya asli : Alhaddad

Ku tawan hati luka..
Di saat jatuh yang sakit
Dengan segala payah yang getir
Dengan hirisan luka yang pedih
Ku cuba bangun dari jatuh yang sakit

Pandang kabur ke dada langit
Berdiri gigil di pasak bumi
Ku kepal sisa semangat
Berdoa harap kekuatan
Padamu yang tetap hidup yang kekal abadi…

Tanah… enkau la asas ku
Air.. engkau la perjalanan ku
Api.. engkau la semangat ku
Angin.. engkau la kekuatanku
Setelah bangun dari jatuh yang sakit

Setelah bangun dari jatuh yang sakit
Tak ingin lagi aku menoleh kebelakang
Menoleh pada kesakitan
Menoleh pada parut luka
Biar la semuanye luput dalam ingatan
Tenggelam di telan zaman
Dan aku tidak ingin lagi jatuh……

karya asli: Alhaddads

Hadir ku…
Bukan untuk menambah luka…
Hadir ku…
Bukan untuk mencuri hatimu…
Hadir ku…
Hanya sebagai teman…
Teman mu..
Yang menemani mu di kala sunyi..
Teman mu….
Yang menemani mu di kala luka..
Teman mu…
Yang menemani mu dikala sedih..
Teman mu..
Yang sedia mendengar keluh resah mu..
Teman mu..
Yang sedia mendengar jeritmu..
Teman mu…
Yang sedia setia disisi mu…

Teman mu…
Yang tidak pernah lupa memohon maaf…
Teman mu…
Yang tidak pernah lupa mendoakan kebahagiaanmu..
Sesunguhnya hadir ku adalah sebagai temanmu….

Karya asli : Alhaddad


Tajuk-tajuk Sastera

Alhaddad's Blog Stats

  • 25,687 kali dilawati

Alhaddad’s arkid

Alhaddad’s kalendar

April 2021
I S R K J S A
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Pengumuman Alhadaddad’s

Kebanyakan artikel di dalam blog ini adalah dari sumber-sumber lain. bukan sepenuhnya karya asli penulis. Harap maklum.

Top Clicks

  • Tiada

Flickr Photos